Selasa, 08 November 2011

Toleransi sistem suaian *Gambaran Umum Metrologi Pengukuran

LANJUTAN BAB SEBELUMNYA

Toleransi Sistem Suaian
Yang dimaksud sistem suaian adalah deret dari pasangan toleransi ISO untuk lubang dan poros yang disusun secara sistematik. Untuk penyusunan ini diperlukan suatu basis (dasar). Dengan basis itulah disusun dua macam suaian, diantaranya:
1.      Sistem basis lubang
Pada sistem ini deret pasangan suaian disusun dengan basis toleransi H, artinya:
-          Lubang memiliki toleransi H
-          Poros dapat memiliki toleransi a s/d zc
Ukuran terkecil yang diijinkan dari lubang dipakai sebagai ukuran nominal/garis nol.
2.      Sistem basis poros
Pada sistem ini deret pasangan suaian disusun dengan basis toleransi h, artinya:
-          Poros memiliki toleransi h
-          Lubang dapat memiliki toleransi A s/d ZC
Ukuran terkecil yang diijinkan dari poros dipakai sebagai ukuran nominal/garis nol.









Ada 3 jenis suaian yang mungkin terwujud :

a.       Suaian Longgar ( Clerance Fit ) : yang selalu akan menghasilkan kelonggaran ( clearance )
Daerah toleransi lubang selalu terletak di atas toleransi poros
b.      Suaian Paksa ( Interference Fit ) : yang selalu akan menghasilkan kerapatan ( interference )
Daerah toleransi lubang selalu terletak di bawah toleransi poros
c.       Suaian Pas ( Transition Fit ) : yang dapat menghasilkan kelonggaran ataupun kerapatan
Daerah toleransi lubang dan daerah toleransi poros saling
berpotongan  (sebagian saling menutupi) 




Adapun faktor-faktor untuk memilih basis suaian, adalah sebagai berikut :

a.       Macam / jenis pekerjaan
b.      Ongkos pengerjaan komponen-komponen yang harus dibuat
c.       Harga komponen-komponen yang dapat dibeli di pasaran/ dipesan dari
pabrik lain
d.      Biaya pembelian perkakas potong dan alat ukur
e.       Kemudahan dari segi perancangan, pembuatan dan perakitan


Sedangkan untuk pemilihan kualitas suaian, diantaranya :

a.       Kualitas “sangat cermat”
Untuk komponen dengan sifat ketertukaran tinggi ( terutama bagi suaian paksa, dan berbagai alat ukur )
b.      Kualitas “cermat”
Untuk komponen mesin pada umumnya, seperti mesin perkakas, kompresor, motor bakar, motor listrik dan sebagainya.
c.       Kulaitas “agak cermat”
Untuk alat transmisi, kopling, batang penggeser pada rumah roda gigi, dsb.
d.      Kualitas “kurang cermat”
Untuk komponen yang tidak kritis, akan tetapi jaminan atas sifat ketertukarannya masih ditekankan. Apabila komponen tersebut sifatnya tetap ( tidak bergerak ), diperlukan alat penguat seperti pasak, ring penekan dsb.



Tabel 1.3 Suaian
Sistem Basis Lubang
Karakter Suaian
Sistem Basis Poros

Lubang
Poros
Lubang
Poros

H
a  b  c  cd  d  e     ef  f  fg  g h
Suaian Longgar
A  B  C  CD  D  E  EF  F  FG  G  H
h


js  j  k  m  n
Suaian Transisi
JS  J  K  M  P


p  r  s  t  u  v  x     y  z  za  zb  zc
Suaian Sesak
P  R  S  T  U  V  X  Y  Z  ZA  ZB  ZC


Tabel 1.4 Penggunaan Jenis Suaian





































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar